Mungkinkah Indonesia Emas pada tahun 2045 ?

Terdengar banyak wacana tentang Indonesia generasi emas tahun 2045 apakah itu bisa benar terjadi atau tidak? Mungkin beberapa orang tidak tau apa itu generasi emas. Sekarang saya akan membahas dulu tentang Generasi emas itu apa sih?
            Generasi emas adalah generasi yang  dianggap sanggup bersaing secara global dengan kecakapan intelektual, sehat dalam interaksi dengan lingkungan, berbudi luhur, produktif dalam hal yang positif, inovatif, serta damai dalam interaksi sosialnya. Diperkirakan pada saat Ulang Tahun Republik Indonesia pada 17 Agustus 2045 diperkirakan penduduk Indonesia akan mendekati 500 juta
orang penduduk, dan sekitar 100 juta penduduk tersebut tergolong dalam usia produktif. Sekarang timbul lagi sebuah pertanyaan bagaimana sih caranya kita bersaing secara global itu? Menurut Tilaar (2013) ada empat strategi yang dapat dilakukan sebagai pedoman untuk menentukan strategi proses pembelajaran dalam mempersiapkan bonus demografi 2045. Pertama, pengembangan nasionalisme Indonesia. Nasionalisme di sini dimaknai sebagai pemertanahan identitas bangsa sebagai bangsa yang berkebudayaan. Pendidikan adalah aspek kebudayaan yang menjadi motor penggerak maju mundurnya suatu kebudayaan. Seperti apa yang dikemukakan oleh Akio Morita salah satu peletak dasar perusahaan Sony, dia mengatakan perubahan global dimulai dari kemampuan lokal. Kita dapat memiliki ide-ide global yang mendunia namun setiap perubahan dimulai dari lokalitas. Ini juga berarti mempersipakan bonus demografi harus dimulai dengan perubahan pendidikan pada tingkat lokal. Dengan strategi ini pendidikan harus mampu memecahkan masalah-masalah lokal seperti kemiskinan, dan bagaimana cara memanfaatkan potensi-potensi lokal untuk kemajuan masyarakatnya. Sehingga globalisasi dimulai dari glokalisasi, think globally, act locally.
            Kembali lagi ke Indonesia generasi emas tahun 2045 dapat dibantu dengan pendidikan karena pendidikan itu sangat penting seperti apa yang sudah diutarakan diatas bahwa kemajuan dan perubahan dimulai dari kemampuan lokal. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Menyadari hal tersebut, pemerintah sangat serius menangani bidang pendidikan, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. bahwa hanya melalui pendidikan bangsa kita menjadi maju dan dapat mengejar ketertinggalan dari bangsa lain, baik dalam bidang sains dan teknologi maupun ekonomi. Peran pendidikan penting juga dalam membangun peradaban bangsa yang berdasarkan atas jati diri dan karakter bangsa. Apapun persoalan bangsa yang dihadapi, komitmen untuk melaksanakan pembangunan pendidikan sesuai dengan amanat konstitusi dan berbagai peraturan perundangan-undangan yang berlaku tetap dipegang. Komitmen ini direalisasikan dalam berbagai kebijakan dan program yang diarahkan untuk mencapai tujuan meningkatnya kualitas sumber daya manusia demi tercapainya kemajuan bangsa dan negara di masa depan.
            Tantangan pendidikan di era informasi saat ini juga mengharuskan guru dan orangtua untuk lebih kreatif, inovatif dan inspiratif dalam mendesain kegiatan pembelajaran baik  dalam pendidikan maupun nonpendidikan yang bermutu untuk menyongsong generasi emas Indonesia Tahun 2045. Dengan jumlah penduduk lebih dari 240 juta jiwa, Guru dan orangtua menjadi kunci utama keberhasilan sumber daya manusia yang tidak hanya produktif tetapi juga unggul dan religius. Ini juga tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk bersinergi mencerdaskan anak bangsa.
            Tetapi lebih diarahkan terhadap guru karena lebih banyak jam sekolah dan bertemu dengan guru. Peran Guru yang tidak hanya mengajar, tercantum dalam UU No. 14 tahun 2005, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Sedangkan hakikat seorang guru menurut Ki Hajar Dewantara adalah ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani yakni di depan menjadi contoh jika di tengah membangkitkan hasrat belajar dan jika di belakang memberikan dorongan.
Pendidikan memang bukanlah persoalan yang mudah, bila kita tanam sekarang ia dapat dirasakan hasilnya 20 hingga 30 tahun mendatang. Maka dari itu, kita harus berkomitmen untuk mewujudkan generasi emas 2045 (100 tahun Indonesia Merdeka). Persoalan-persoalan itu dapat kita pecahkan bersama-sama dengan kerjasama dari semua pihak. Tidak ada lagi yang lalai dalam tugas mendidik, tidak saling adu jotos, merokok di sekolah, rasis dalam sesama manusia, jujur dalam mengelola anggaran pendidikan, terlebih lagi guru mau menjadi pembelajar sejati dan terus berusaha untuk meningkatkan kapasitas dirinya sehingga dapat terwujud guru teladan (good teachers). Karenanya pendidikan yang bermutu harus terus diupayakan oleh sang guru. Mereka adalah agent of change, pelaku perubahan agar menghasilkan manusia Indonesia yang religius, cerdas, produktif, andal dan komprehensif melalui layanan pembelajaran yang prima terhadap peserta didiknya, sehingga terwujud generasi emas tahun 2045.
Setelah itu bagaimana sih langkah langkah kita untuk mewujudkan Indonesia emas 2045 ini? Pertama Pendidikan usia dini digencarkan dengan PAUD, peningkatan kualitas PAUD dan pendidikan dasar yang berkualitas merata. Selanjutnya Rehabilitasi gedung-gedung sekolah yang sudah tak layak pakai dan pembangunan gedung-gedung sekolah secara besar-besaran dikarenakan sekolah-sekolah di Indonesia seharusnya memiliki fasilitas yang memadai, staf pengajar yang berkompetensi, kurikulum yang tepat, dan memiliki sistem administrasi dan birokrasi yang baik dan tidak berbelit-belit. Tidak hanya di sekolah yang berada di kota besar saja, banyak sekolah-sekolah yang berada di daerah pelosok yang harus mendapatkan hal yang sama. Terkait dengan pembangunan negeri ini, ada baiknya pemerintah memprioritaskan pembangunan yang bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat di desa terpencil untuk menuju ke sekolah. Atau memperbaiki serta menambah sarana prasarana di sekolah agar kegiatan belajar mengajar semakin kondusif. Yang terakhir adalah Intervensi peningkatan angka partisipasi kasar (APK) untuk SMA dan atau sederajat dengan target sebesar 97% tahun 2020. Yang diperkirakan jika tanpa intervensi baru akan mencapai 97% tahun 2040. Peningkatan APK perguruan tinggi dengan meningkatkan akses, keterjangkauan dan ketersediaan. Jika semua langkah-langkah itu dilakukan oleh pemerintah dan dibantu oleh semua pihak maka enerasi Emas Indonesia akan menjadi penolong keterpurukan bangsa Indonesia di segala bidang baik ekonomi, sosial, polik, dan yang lainnya. Mengurangi penggunaan tenaga kerja luar negeri dan mengurangi pengangguran yang ada di dalam negeri ini.
Dengan dilakukannya hal-hal diatas dan keterangan yang telah saya dapatkan dari sumber sumber seperti kompasiana dan banyak website-website bahwa Indonesia emas tahun 2045 tidak hanya wacana saja tetapi dapat menjadi kenyataan karena semua pihak mendukung atas apa yang disebut dengan Indonesia emas 2045 atau bisa disebut 100 tahun Indonesia merdeka. Tetapi jika semua pihak tidak mendukung adanya perubahan-perubahan yang terjadi dan menolak semuanya maka hal tersebut malah dapat membuat Indonesia semakin terpuruk kemiskinan, pengangguran, kejahatan akan meningkat sebaliknya pendidikan, moral, kesehatan akan menurun secara drastis dan membuat Indonesia tidak akan menjadi negara maju.


By Erricson Bernedy Setiawan 165150300111021

No comments:

Post a Comment